Home / Travel Story / Al Arez Restaurant Makanan Halal Ala Libanon di London Inggris

Al Arez Restaurant Makanan Halal Ala Libanon di London Inggris

Nasi seperti nya belum menjadi bubur. Begitulah fikiran saya ketika harus tinggal awal awal saat di Inggris lebih dari 3 hari saya makan roti dari pagi, siang dan malam. Diluar roti hanya bubur jamur dan omelet. Rasa nya tubuh mulai lemas karena hilang kebiasaan makan nasi. Suhu semakin dingin di London hingga mencapai 5-10 derajat di siang hari. Tinggal di Heathrow yang di pinggiran Inggris membuat saya susah bertemu dengan yang nama nya Nasi. Menu versi masyarakat Inggris ternyata belum berdampak posistif bagi perut, jadi mau tidak mau harus mencari alternatif pengganti yang Nasi atau yang setara.

Baca Travel Story Lainnya :

Seperti biasa, aktifitas saya mengharus kan untuk ke London dari Heathrow butuh waktu 30-45 menit untuk ke Kota. Melewati satu jalan di Brompton Rd, Knightsbridge saya melihat ada sebuah rumah makan dengan brand Halal di kaca depan.

Dan aroma kambing tercium di hidung saat saya berada di depan pintu rumah makan satu ini. Dari sana kami menjadi lebih yakin bahwa rumah makan ini pasti menjual makanan halal. Mengutamakan halal nya terlebih dahulu, kami beranikan mencoba masuk. Dan membuka beberapa menu yang ditawarkan, dan taraaa….akhirnya ada salah satu menu yang ada nasinya. Tanpa fikir panjang kami pun memesan, serta menunggu pelayanan mengantarkan pesanan kami.


Sayangnya karena terlalu bernafsu untuk segera makan, saya lupa menu apa yang saya pesan. Namun dari manu tersebut ada nasi, ayam panggang yang di cincang, dan beberapa sayuran. Bagi saya tidak penting apapun topping yang di tawarkan. Nasi lebih bermakna daripada sekedar daging. Di London sudah cukup banyak penjual daging, karena memang makanan mereka sehari hari.

Uniknya urutan besar khas Libanon ini ukurannya lebih besar. Berbeda dengan besar lokal di tempat kita. Ukurannya yang jumbo cukup menggugah selera makan, tanpa fikir panjang, sendok demi sendok mulai di lancarkan demi memenuhi kebutuhan lidah dan perut.

Baca Travel Story Lainnya :

Mungkin terkesan kampungan, tapi mau tidak mau dimanapun saya travelling, Nasi menjadi kebutuhan pokok, dan saya memang tidak bisa cuma sekedar makan roti dan selai saja setiap hari.

Dan karakter pribadi saya yang tidak suka mahal terlalu mahal, jadi saya selalu selektif dalam memilih harga. Kali ini satu menu paketan tersebut sekitar GBP 8-11 termasuk minum. Kalau di rupiahkan memang cukup mahal. Tapi satu piring tersebut tidak habis saya makan, akhirnya saya bawa pulang sisanya. Sisanya pun masih cukup satu kali makan malam nantinya. Jadi estimasi saya hari itu cuma makan senilai GBP 4-5,5 saja karena masih ada sisa makanan yang bisa saya makan di rumah untuk makan malam.


Rumah makan Al Arez ini seperti waralaba dan ada dimana – mana, meamng saat itu saya pribadi kurang tau dimana saya bisa makan makanan halal di sekitaran London – Inggris. Salah satu rumah makannya berada di 128 Brompton Rd, Knightsbridge, London SW3 1JD, UK. Anda bisa menggunakan Tube (kereta bawah tanah) dan berhenti di Stasiun Knightsbridge. Ada beberapa gerai tersebar dimana mana, anda bisa mencari di aplikasi Zomato bila ingin lebih detail mencari gerai gerai Al Arez lainnya.

Baca Travel Story Lainnya :

Pelanannya cukup ramah, dan tentunya banyak sekali menu menu khas timur tengah sesuai dengan brand nya, dan hampir semua makanan nya Halal. Dan beberapa dari pelayanan mereka mengucapkan Assalamualaikum kepada pengunjung yang Muslim, mungkin karena wajah saya terlihat asia, dan selalu menanyakan ke halal-an menu nya, mereka bisa pastikan bahwa kita penduduk muslim.

Ingin berbagi pengalaman travelling kamu di TheTravellerNews? Jadilah kontributor di situs ini.

Kamu Juga Bisa Jadi Traveller Mancanegara

Kamu Juga Bisa Jadi Traveller Mancanegara

 

Bergabunglah dengan memberlist kami, untuk mendapatkan informasi travelling terupdate dan ulasan travelling langsung ke email anda

Terimakasih telah mendaftar melalui newsletter kami

About Tiyo Avianto

monsterid
Kerja | Jalan - Jalan | Networking. Satu rangkaian yang tak terpisahkan. Yang awalnya gak suka travelling akhirnya demen dan doyan.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *