Home / Kuliner / Warung Satu Kelinci

Warung Satu Kelinci

DSC_0005

Sudah 15 tahun, Warung Sate Kelinci berdiri di Jalan Pattimura, Kota Batu. Awal mula munculnya sate kelinci di Malang Raya juga berawal dari warung ini. Menurut Imam Syafi’i, pemilik Warung Sate Kelinci, dulu kelinci yang ada di Batu dijual pada saat berusia harian atau bahkan mingguan. Kelinci-kelinci ini menjadi suvenir wisatawan yang hendak meninggalkan Kota Batu. ”Sudah bisa ditebak kalau anak kelinci yang dijual itu akan mati dalam hitungan hari. Karena umumnya mereka belum bisa dipisah dari induknya. Kelinci yang masih kecil kan harus nyusu induknya,” katanya.

Dari situ Imam dan keluarga besarnya mengumpulkan modal mendirikan Warung Sate Kelinci. Apalagi bisnis kuliner bukan kali pertama digeluti Imam dan keluarganya. Sebab, keluarganya juga memiliki warung sate (bukan sate kelinci) sejak 1988. ”Dari pengalaman bisnis kuliner itu kami kembangkan ke Warung Sate Kelinci. Awalnya, yasayang kalau kelinci mati masih kecil. Lebih baik peternaknya baru menjual kelinci saat usia potong yakni usia enam bulan,” kata Imam yang mengelola bisnis ini sejak awal berdiri.

Ternyata, daging kelinci memang cocok juga disate. Saat pertama warung ini dibuka akhir Desember tahun 1998 pelanggan yang datang langsung membeludak. ”Kami buat sate dengan bumbu kacang seperti biasa. Tapi, kami buat sajiannya lebih menarik yaitu di atas hot plate yang biasa digunakan untuk steak agar satenya tetap hangat,” kata pria humoris ini.

Kamu Juga Bisa Jadi Traveller Mancanegara

Kamu Juga Bisa Jadi Traveller Mancanegara

 

Bergabunglah dengan memberlist kami, untuk mendapatkan informasi travelling terupdate dan ulasan travelling langsung ke email anda

Terimakasih telah mendaftar melalui newsletter kami

About Norman Lim

monsterid
Writing a book is a horrible, exhausting struggle, like a long bout of some painful illness. One would never undertake such a thing if one were not driven on by some demon whom one can neither resist nor understand. It ain’t whatcha write, it’s the way atcha write it.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *