Home / Kuliner / Waroeng Bamboe

Waroeng Bamboe

DSC_0146

Waroeng Bamboe ini memang sengaja didirikan dengan mengusung konsep rumah makan lesehan yang bernuansa alam. Hal itu bisa Ngalamers dilihat dari desain konstruksi bangunannya yang hampir seluruhnya dibuat dari bambu dan dibangun di atas kolam ikan. Selain itu, lokasi rumah makan ini berada di kawasan pegunungan yang sejuk. Tentunya, perpaduan unsur tersebut semakin menjadikan Waroeng Bamboe cukup menyatu dengan alam.

Di dalam kolam ikan Waroeng Bamboe terdapat banyak sekali ikan koi lo, Ngalamers. Saking banyaknya ikan koi dengan ukuran jumbo dan bermacam warna, para pengunjung kerap kali suka bermain dengan mereka. Misalnya saja dengan mencelupkan tangan ke dalam kolam dan memberi makan ikan-ikan koi tadi.

Disamping sajian nuansa pemandangan yang begitu elok, Waroeng Bamboe juga menawarkan berbagai sajian menu kuliner dengan citarasa juara, mengundang selera dan lezat. Cara penyajian yang diangkat Waroeng Bamboe pun cukup sederhana khas pedesaan dan memiliki daya tarik tersendiri.

Jika baru pertama kali berkunjung, Ngalamers bisa mencoba memesan menu gurami bakar Waroeng Bamboe. Biasanya, gurami bakar Waroeng Bamboe dihidangkan dengan menggunakan wadah dari anyaman bambu. Ngalamers cukup membayar sekitar Rp 35.000 per porsi untuk menikmati menu tersebut.

Di hari biasa, Waroeng Bamboe akan buka mulai dari pukul 10.00 WIB. Sedang khusus di hari Minggu, Waroeng Bamboe ini akan mulai dibuka dari jam 11.00 pagi. Akan lebih baik jika Ngalamers tidak datang terlalu malam, sebab Waroeng Bamboe ini seringkali lebih dipadati pengunjung ketika malam tiba. Apalagi ketika musim liburan, Ngalamers dijamin harus mengantri tempat duduk untuk bisa menikmati makan di Waroeng Bamboe ini.

Kamu Juga Bisa Jadi Traveller Mancanegara

Kamu Juga Bisa Jadi Traveller Mancanegara

 

Bergabunglah dengan memberlist kami, untuk mendapatkan informasi travelling terupdate dan ulasan travelling langsung ke email anda

Terimakasih telah mendaftar melalui newsletter kami

About Norman Lim

monsterid
Writing a book is a horrible, exhausting struggle, like a long bout of some painful illness. One would never undertake such a thing if one were not driven on by some demon whom one can neither resist nor understand. It ain’t whatcha write, it’s the way atcha write it.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *