Home / Wisata Negeri / Wisata Alam / Uji Coba Paragliding Open 2014

Uji Coba Paragliding Open 2014

paragliding 1

Keberanian. Kekuatan. Keindahan. Tiga kata yang dapat menggambarkan paralayang. Paralayang merupakan salah satu olahraga ekstrim yang banyak diminati sebagai hobi oleh orang Indonesia. Didukung dengan banyaknya pegunungan yang dapat menjadi landasan untuk ‘terbang’, olahraga ini dilakukan oleh laki-laki, perempuan, baik anak-anak, remaja, hingga paruh baya. Kota Wisata Batu juga dikenal karena olahraga ini. Oleh karena itu, Dinas Pariwisata dan Kebudayaan Kota Wisata Batu menggelar lomba Paralayang setiap tahunnya. Kegiatan ini diadakan untuk tingkat nasional dan internasional.

Di tahun 2014 ini, Paragliding Open direncanakan diadakan pada tanggal 19-22 Juni 2014. Lomba bertempat di Paralayang, Kota Wisata Batu. Selasa, 17 Juni 2014 para peserta yang sudah hadir di Kota Wisata Batu berjumlah sekitar 35 atlet. Koordinator tiap atlet daerah melakukan daftar ulang di Guest House Paralayang Kota Wisata Batu. Peserta yang datang adalah dari Jawa Timur, Jawa Tengah, Jawa Barat, Bali, Riau serta Kota Wisata Batu. Peserta termuda adalah Ike, remaja yang masih berusia 18 tahun dan sudah menjadi atlet pelatnas paralayang untuk Kota Wisata Batu.

Sekitar pukul 10 pagi mereka berkumpul di Paralayang untuk melakukan uji coba lapangan. Sebelum itu, mereka mendapatkan pengarahan dari panitia tentang peraturan selama terbang dan saat mendarat. Uji coba kali ini adalah kategori Cross Country, yakni terbang setinggi-tingginya dan sejauh-jauhnya namun tidak boleh menyentuh awan. Jika terlihat menyentuh awan maka akan didiskualifikasi. Tim medis beserta ambulance puskesmas sudah disiapkan. Tepat pukul 12 siang, ‘open window’, istilah untuk dimulainya terbang dilaksanakan. Semua atlet bersiap di landasan terbang, memeriksa kembali kelengkapan terbangnya serta berdoa.

paragliding 2

Beberapa atlet sukses terbang dengan start yang bagus, namun ada juga beberapa yang harus mengulangi start 2 sampai 3 kali karena parasut yang tidak terbuka dengan baik. Sungguh menakjubkan ketika melihat puluhan parasut terbang bersama, dikelilingi awan dengan pemandangan Kota Wisata Batu yang tampak sangat hijau. Cuaca mendung pun tak menyurutkan semangat para atlet. Mereka terbang menikmati keindahan Kota Wisata Batu bersama atlet yang lain. Hingga satu per satu atlet tiba di lapangan tempat mereka mendarat. Lapangan ini memang dibuat untuk pendaratan paralayang, dimana di bagian tengahnya terdapat lingkaran dengan pasir di dalamnya. Lingkaran ini diperuntukkan ketika lomba Ketepatan Mendarat (Akurasi) diadakan. Beberapa atlet sukses mendarat di lapangan bahkan tepat pada titik lingkaran, sisanya mendarat di area sawah di luar lapangan.

Pembukaan Paragliding Open yang direncanakan pada tanggal 19 Juni 2014 ditunda pelaksanaannya. WaliKota Wisata Batu serta Kepala Dinas Pariwisata dan Kebudayaan Kota Wisata Batu menginginkan acara ini digelar secara meriah dan internasional; dengan peserta banyak baik dari dalam negeri maupun luar negeri. “Paragliding Open 2014 ini bukan batal dilaksanakan, hanya ditunda saja. Nanti akan lebih dimeriahkan dan teman-teman atlet akan diberi undangan,” kata Budi Santoso, Kepala Dinas Pariwisata dan Kebudayaan Kota Wisata Batu yang baru dalam penutupan acara uji coba. Masyarakat umum juga bisa terbang tandem dengan biaya sebesar 350.000 rupiah.

Kamu Juga Bisa Jadi Traveller Mancanegara

Kamu Juga Bisa Jadi Traveller Mancanegara

 

Bergabunglah dengan memberlist kami, untuk mendapatkan informasi travelling terupdate dan ulasan travelling langsung ke email anda

Terimakasih telah mendaftar melalui newsletter kami

About Norman Lim

monsterid
Writing a book is a horrible, exhausting struggle, like a long bout of some painful illness. One would never undertake such a thing if one were not driven on by some demon whom one can neither resist nor understand. It ain’t whatcha write, it’s the way atcha write it.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *