Home / Event / Gebyar Nusantara 2014

Gebyar Nusantara 2014

gebyar nusantara 2014

Pada Sabtu malam 17 Mei 2014, Gebyar Nusantara mengukir indahnya beragam budaya Indonesia di Kota Wisata Batu. Gebyar Nusantara 2014 menjadi bukti bahwa anak-anak bangsa masih tetap menjaga budaya mereka. Gebyar Nusantara merupakan kegiatan Bidang Promosi Dinas Pariwisata dan Kebudayaan Kota Batu. Acara ini selain bertujuan untuk mempromosikan Kota Batu sebagai destinasi wisata juga untuk mempererat persatuan dan kesatuan Indonesia.

Gebyar Nusantara 2014 ini diikuti oleh 23 kontingen dari 13 provinsi di Indonesia.  Para kontingen tersebut membawakan sebuah tarian yang diperankan oleh 20 sampai 40 penari diatas panggung. Panggung itu sendiri berukuran lebar 30 m dan panjang 15 m.

Gebyar Nusantara diselenggarakan di Stadion Brantas Kota Wisata Batu. Disambut riuhnya penonton, Gebyar Nusantara ini dibuka pada pukul 20.00 WIB dan dibuka secara langsung oleh Walikota Batu, Eddy Rumpoko. Hadir juga dalam acara ini perwakilan dari Dirjen Dalam Negeri Kementrian Pariwisata Ekonomi Kreatif (Parekraf).

gebyar nusantara 2014 2

Para kontingen yang berpartisipasi dalam Gebyar Nusantara adalah Aceh dengan Tari Saman, Kepulauan Riau dengan Tari Tabal Gempita, Sumatra Barat dengan Tari Adaik Barakaik (Adat Berakat), Kalimantan Barat dengan Tari Sambas Melayu, Tanah Toraja, Sulawesi Selatan dengan Tari Pa’gellu, Maluku Utara dengan Tari Soya-Soya, Papua dengan Tari Yospan, NTB dengan Tari Gendang Beleq, Bali dengan Tari Janger, dari Jawa Tengah diisi dengan Kabupaten Banyumas dengan Tari Rumekso dan Magelang dengan Tari Topeng Ireng, ada juga dari Bandung ada Tari Jaipong kemudian dari Jawa Timur ada dari Ponorogo dengan Reog Ponorogo-nya, Tulungagung dengan Reog Gendang, Pamekasan dengan Tari Topeng Getak, Banyuwangi dengan Tari Gandrung, Jember dengan Tari Lenggang, Gresik dengan Tarian Regili, Malang dengan Topeng Malangan serta dari tuan rumah, Batu, dengan Tari Reog dan Bantengan.

Kamu Juga Bisa Jadi Traveller Mancanegara

Kamu Juga Bisa Jadi Traveller Mancanegara

 

Bergabunglah dengan memberlist kami, untuk mendapatkan informasi travelling terupdate dan ulasan travelling langsung ke email anda

Terimakasih telah mendaftar melalui newsletter kami

About Norman Lim

monsterid
Writing a book is a horrible, exhausting struggle, like a long bout of some painful illness. One would never undertake such a thing if one were not driven on by some demon whom one can neither resist nor understand. It ain’t whatcha write, it’s the way atcha write it.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *