Home / Wisata Negeri / Wisata Budaya / Cagar Budaya Kecamatan Junrejo

Cagar Budaya Kecamatan Junrejo

watu lumpung

1. Watu Lumpang

Watu Umpak atau biasa disebut masyarakat sekitar dengan watu lumpang ini terletak di tengah kebun bapak Basuki di Desa Pendem Kecamatan Junrejo. Batu ini ditemukan oleh keluarga pak Basuki sekitar tahun 1960-an ketika orang suruhan Pak Basuki membajak sawah. Panjang batu ini 110 cm, lebar 80 cm dan tingginya 50 cm sedangkan untuk diameter lubang lumpangnya itu sendiri 30 cm dan kedalaman lubangnya 20 cm.

2. Punden Pendem Arca Nandi (Punden Pendem Nandi Statue)

Arca Nandi juga terletak di Desa Pendem, Kecamatan Junrejo, berada di dalam sebuah bangunan beratap genteng dengan dinding setengah terbuka. Bangunan ini sengaja dibuat oleh masyarakat untuk menyimpan temuan ini. Menurut penuturan Pak Basuki, arca Nandi digambarkan dengan bentuk hewan sapi berpunuk satu dengan posisi sedang bersimpuh di atas sebuah lapik. Arca Nandi berukuran panjang 61 cm, lebar 34,3 cm, tinggi 45 cm, panjang lapik 54,5 cm, lebar lapik 34 cm dan tinggi lapik 8 cm. Bagian kepala arca ini telah hilang.

punden pendem arca

3. Yoni Situs Punden Pendem (Yoni Site Punden Pendem)

Seperti halnya arca Nandi, yoni juga diletakkan satu lokasi dengan arca Nandi di dalam sebuah bangunan beratap genteng dengan dinding setengah terbuka, tepatnya disamping kanan arca. Bagian cerat yoni ini telah hilang. Ukuran yoni ini adalah 77,5 cm panjangnya; lebarnya 76,5 cm; tingginya 67 cm; diameter lubangnya 23 cm; dan kedalaman lubang 39 cm. Menurut keterangan Pak Basuki, dahulu di dalam batu ini ditanam sebuah pohon beringin dan ketika pohon beringinnya tumbang dan roboh yoni ini ditemukan.

yoni situs punden

4. Arca Ganesha (Ganesha Statue)

Arca Ganesha ditemukan di dusun Klerek, Desa Torongrejo. Arca Ganesha ini merupakan peninggalan dari Kerajaan Singasari. Arca Ganesha berada dalam posisi duduk bersila di sebuah singgasana. Ganesha adalah sebuah figur berkepala gajah, berperut buncit dengan 4 tangan. Arca ini terletak ditengah pematang persawahan penduduk dusun Klerek, Desa Torongrejo, Kecamatan Junrejo.

Arca Ganesha

5. Yoni

Yoni ini berada satu lokasi dengan Punden Tutup, terdapat di dusun Klerek, Desa Torongrejo, Kecamatan Junrejo. Yoni disini hanya ada bagian atas yang berbentuk persegi dan di atasnya ada sebuah lingga.

yoni

6. Punden Tutup

Punden Tutup terletak di dusun Klerek, Desa Torongrejo, Kecamatan Junrejo. Menurut penuturan salah satu perangkat desa setempat, asal usul nama Tutup diambil dari sebuah pohon yang dahulu banyak tumbuh di daerah ini. Pohon tutup sendiri sudah hampir punah, hanya tinggal satu atau dua yang tersisa. Bangunan Punden ini hingga sekarang masih dipertahankan oleh warga sebagai pusat upacara desa, khususnya ketika berlangsung bersih desa.

punden tutup

7. Punden Mbah Joyo Slamet / Punden Mojorejo

Punden Mbah Joyo Slamet atau lebih dikenal dengan Punden Mojorejo terletak di Desa Mojorejo, Kecamatan Junrejo. Situs Punden Mojorejo berada di lereng bukit Wukir yang dibelah oleh jalur Sungai Brantas. Selain temuan berupa komponen bangunan candi yang terbuat dari batu andesit, dari situs Punden Mojorejo juga ditemukan beberapa batu bata kuno.

punden mbah joyo

8. Sumber Jeding

Sumber Jeding terletak di Dusun Jeding, Desa Junrejo Kecamatan Junrejo. Sumber ini dulunya dimanfaatkan warga untuk irigasi akan tetapi sekarang sumber ini tidak difungsikan lagi karena airnya yang tidak mengalir. Lokasi sumber ini telah mengalami satu kali renovasi bangunan. Bangunan pondasi sumber ini menurut keterangan Pak Sunarto adalah bangunan zaman dahulu dilihat dari batu bata yang digunakan didalam bangunan lamanya menggunakan batu bata kuno yang berukuran sangat besar.

sumber jeding

9. Goa Jepang Gangsiran (Japan Gangsiran Cave)

Goa peninggalan Jepang ini teletak di Dusun Gangsiran, Desa Tlekung, Kecamatan Junrejo. Goa ini digunakan pemerintahan Jepang untuk tempat persembunyian dan menimbun bahan persediaan makanan. Di dalam goa ini terdapat 7 lorong yang menghubungkan satu lorong dengan lorong lainnya. Menurut keterangan salah satu perangkat desa setempat, panjang goa ini kurang lebih 1 km. Pada tahun 2006, goa ini sempat longsor. Banyak orang asing yang berkunjung ke goa ini untuk sekedar berwisata melihat-lihat goa.

goa jepang

10. Kolam Peninggalan Jepang /Kaigun (Inheritance Pond of Japan /Kaigun)

Tidak jauh dari lokasi goa Jepang, ditemukan pula bekas kolam peninggalan Jepang di Dusun Gangsiran, Desa Tlekung, Kecamatan Junrejo. Kolam ini dibangun oleh tentara Jepang, kaigun. Dahulu orang Jepang membangun kolam ini digunakan untuk tempat berendam para tentara-tentara Jepang. Panjang kolam ini kurang lebih 30 m sedangkan lebarnya kurang lebih 15 m. Sekarang kolam ini digunakan oleh masyarakat sekitar sebagai tempat pembudidayaan ikan.

kolam peninggalan jepang

Kamu Juga Bisa Jadi Traveller Mancanegara

Kamu Juga Bisa Jadi Traveller Mancanegara

 

Bergabunglah dengan memberlist kami, untuk mendapatkan informasi travelling terupdate dan ulasan travelling langsung ke email anda

Terimakasih telah mendaftar melalui newsletter kami

About Norman Lim

monsterid
Writing a book is a horrible, exhausting struggle, like a long bout of some painful illness. One would never undertake such a thing if one were not driven on by some demon whom one can neither resist nor understand. It ain’t whatcha write, it’s the way atcha write it.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *