Home / Wisata Negeri / Wisata Budaya / Cagar Budaya Kecamata Batu

Cagar Budaya Kecamata Batu

cagar budaya kota batu 1

1. Candi Songgoriti (Songgoriti Temple)

Candi Songgoriti terletak di desa Songgokerto Kecamatan Batu. Letaknya ± 75 M arah selatan pemandian Songgoriti, atau tepat di belakang hotel Songgoriti. Candi Songgoriti ini oleh penduduk setempat dinamakan juga Candi Empu Gandring. Candi Songgoriti diperbaiki kembali tahun 1938 sampai dengan tahun 1944 oleh Dinas Purbakala Hindia Belanda. Bentuk aslinya tidak dapat dikembalikan seperti semula, dikarenakan banyak batunya yang hilang.

candi songgoriti

2. Petilasan Mbah Pathok

Petilasan Mbah Pathok masih satu kawasan dengan Candi Songgoriti yaitu di dusun Songgoriti,Kelurahan Songgokerto, Kecamatan Batu. Rumah Pelindung makam ini didirikan pada tahun 1965. Sedangkan makam Mbah Pathok ada sebelum tahun 1965. Mbah Pathok itu sendiri merupakan seseorang yang membabat alas Songgoriti. Makam Mbah Pathok ini disakralkan 2 kali yaitu pada 1 Suro dengan mengadakan acara wayangan dan pada bulan Maret diadakan acara bersih desa.

petilasan mbah patok

3. Watu Gong Songgoriti

Watu Gong ini ada pada zaman yang sama  dengan dibangunnya Candi Songgoriti oleh Mpu Sendok dengan berukuran 80 cm x 80 cm. Mitosnya dahulu semenjak kematian Mpu Sendok pada jumat legi sering terdengar bunyi dari Gong (salah satu alat musik gamelan). Saat ini Gong telah berubah menjadi batu.

4. Gereja  Jago (Jago Church)

Gereja Jago ini didirikan pada tahun 1930 oleh seorang pendeta Belanda. Di samping pintu masuk gereja terdapat batu prasasti yang bertuliskan “Geschenk Van Meur De Wed.J.M.ZevenboomGeb.SchlupmanAan 1930”. Gereja ini terletak di jalan raya Songgokerto tepatnya setelah perempatan belok kanan dari arah Desa Pasanggrahan. Sekitar 50 meter setelah belokan kanan jalan berdiri kokoh dan terawat gereja Jago ini.

5. Arca Jalan Samadi (Samadi Boulevard’s Statue)

Arca ini terletak di Jl. Samadi, Desa Pasanggrahan, Kecamatan Batu. Arca ini terdapat di pinggiran lahan perkebunan warga. Arca ini sepertinya tidak terawat karena di sekeliling arca ini tumbuh subur rumput dan alang-alang yang tinggi. Banyak warga yang tidak mengetahui keberadaan arca ini karena letaknya yang tidak terlihat jelas karena banyaknya rumput liar yang mengerubuti.

Arca jalan samadi

6. Bangunan kuno Jl. Kasiman (Kasiman Boulevard’s Ancient Building)

Bangunan peninggalan Belanda ini terletak di jalan kasiman Kelurahan Ngaglik. Bangunan ini masih dihuni, akan tetapi melihat dari bangunanfisik luar bangunan ini tidak terawat dan banyak genteng-genteng yang berjatuhan. Orang yang menghuni rumah ini sulit digali informasi mengenai sejarah dari bangunan ini dan menurut perangkat desa setempat sampai sekarang tanah bangunan ini masih tanah sengketa.

bangunan kuno

7. Bangunan Bekas Gereja (The Old Church)

Gereja St. Simon Stock ini didirikan pada tahun 1939. Gereja ini merupakangereja peninggalan Belanda. Gereja ini terletak di jalan Panglima sudirman, Kelurahan Ngaglik, Kecamatan Batu.

gereja

8. Makam Mbah Bener (Mbah Bener Tomb)

Makam ini terletak di Desa Temas, Kecamatan Batu. Mbah Bener ini dulunya merupakan pendatang bersama istrinya dan kemudian menemukan Desa Temas. Setiap Jumat Legi selalu diadakan tahlilan di punden Mbah Bener ini yang fungsinya untuk mendoakan leluhur semua.

makam mbah bener

9. Makam Cina (China Tomb)

Makam Cina ini terletak di Jalan Raya Temas, Desa Temas, Kecamatan Batu. Dulunya Makam ini memiliki luas tanah ± 4 hektar setelah itu masyarakat Cina membeli lahan warga disekitar area makam sehingga luas Makam bertambah menjadi ±13 hektar. Makam Cina ini merupakan peninggalan bangsa Belanda. Makam tertua yang terdapat pada  Makam Cina ini sekitar tahun 1930-an. Di Makam ini terdapat 4 juru kunci salah satunya bernama Bu Saturi.

makam cina

10. Punden Sinto Mataram (Sinto Mataram’s Punden)

Punden ini terletak di Desa Ngaglik, Kecamatan Batu, tepatnya di depan Taman Makam Pahlawan(TMP) Kota Batu. Raden Ayu Sinto Mentaram wafat pada tahun 1818. Punden Sinto Mataram ini sendiri dibangun mulai tahun 1962. Raden Ayu Sinto Mentaram ini merupakan pejuang Belanda yang berasal dari Yogyakarta. Di Punden Sinto Mataram ini dulunya terdapat 15 arca tetapi sekarang tinggal 6, sisanya dicuri. Tetapi setelah itu arca ditemukan dan diamankan di Pusat Purbakala di Mojokerto.

punden sinto

Kamu Juga Bisa Jadi Traveller Mancanegara

Kamu Juga Bisa Jadi Traveller Mancanegara

 

Bergabunglah dengan memberlist kami, untuk mendapatkan informasi travelling terupdate dan ulasan travelling langsung ke email anda

Terimakasih telah mendaftar melalui newsletter kami

About Norman Lim

monsterid
Writing a book is a horrible, exhausting struggle, like a long bout of some painful illness. One would never undertake such a thing if one were not driven on by some demon whom one can neither resist nor understand. It ain’t whatcha write, it’s the way atcha write it.

One comment

  1. cagar Budaya di Kecamatan Batu banguna tua di jalan kasiman, disebut cagar Budatya namun saat ini telah hilang lantai keramik, kayu jati dalam usia yang tua telah terjual dan hilang, bagaimana kok bisa disebut cagar Budaya jika tidak mampu melindunginya

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *