Home / Kuliner / Bakwan Mentawai

Bakwan Mentawai

Sebuah warung makan yang dibangun tepat didepan rumah tinggal pemilik warung. Sebuah warung makan sederhana dengan desain bangunan yang semi terbuka dan terlihat jadul khas warung makan tempo dulu, namun walaupun terlihat kuno saat duduk disana terasa sangat nyaman sekali.

Dengan ramah si penjaga warung menanyakan pesanan dan minuman, ada banyak pilihan seperti tahu isi, pangsit dan bakso sebagai isian tak ketinggalan es teh manis. Semangkuk bakwan pilihan saya yang disiram kuah panas terhidang di meja, tak sabar saya segera ingin mencicipinya. Tapi sebelumnya siapkan dahulu pendamping bakwan biar makannya tambah nyampleng, ambil piring kecil, beri sambal dan kecap manis diatasnya. Nah ini baru perpaduan yang siip, isian dari bakwan dicocol dahulu ke dalam sambal kecap sebelum digigit.

Gimana lidah tidak bergoyang menikmatinya, sudah menjadi rahasia umum jika cara makan yang seperti ini memberikan rasa khas dan sensasi tersendiri. Tahunya terasa lembut dengan kadar isian daging yang pas, pangsitnya juga berasa gurih dagingnya, sedangkan baksonya mantep tidak terlalu banyak campuran tepung. Rasa kuahnya gurih, terasa ringan dan tidak terlalu berlemak.

Pemilik warung adalah orang tua dari penjaga warung tersebut. Sudah sejak tahun 1980 warung bakwan ini berdiri, semua bahan isian bakwan disini diolah sendiri oleh si pemilik dengan memperhatikan kualitas bahannya. Dahulu memang bakwan disini menggunakan bahan dasar daging babi, tapi semenjak ada kasus flu babi, daging sapi dipilihnya sebagai pengganti. Sekarang tak perlu khawatir lagi makan disini bagi Anda yang muslim karena semua makanan disini halal.

Menu Andalan: Bakwan (Rp. 6.000 – Rp. 14.000)
Jam Buka: 10.00 – 17.00
Alamat Lokasi: Jl. W.R. Supratman no. 25 Batu

Kamu Juga Bisa Jadi Traveller Mancanegara

Kamu Juga Bisa Jadi Traveller Mancanegara

 

Bergabunglah dengan memberlist kami, untuk mendapatkan informasi travelling terupdate dan ulasan travelling langsung ke email anda

Terimakasih telah mendaftar melalui newsletter kami

About Norman Lim

monsterid
Writing a book is a horrible, exhausting struggle, like a long bout of some painful illness. One would never undertake such a thing if one were not driven on by some demon whom one can neither resist nor understand. It ain’t whatcha write, it’s the way atcha write it.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *